Translate

Rabu, 27 Maret 2013

Macam-macam Tenaga Dalam di Pencak Silat

Macam-macam Tenaga Dalam di Pencak Silat

Ilustrasi (Tempo/Zulkarnain) 
Ditulis oleh: Aditya/Fachrurozi

Pencak silat kerap dikaitkan dengan tenaga dalam. Tapi tidak semua olahraga yang kental dengan aroma budaya melayu itu mengajarkan pemanfaatan energi tak tampak tersebut.

Namun, Deden Suhendi, guru pencak silat dari perguruan Kujang Pusaka, Bandung, tidak menampik bahwa pencak silat juga identik dengan ilmu tenaga dalam. Misal untuk membuat musuh terpelanting atau membengkokkan besi, bisa dengan cara hanya dilihat saja. 

“Sebenarnya yang terkesan tenaga dalam itu mekanika gerak. Kalau memang posisinya salah bakal terpelanting. Tapi jika kuda-kudanya bagus, mau didorong gimana pun tidak akan bergerak, ujarnya.

Menurut dia, pada dasarnya yang disebut tenaga dalam adalah tenaga inti. Penekanannya lebih kepada olah nafas.

Tenaga dalam ini sebenarnya merupakan tenaga manusia yang mempunyai kekuatan besar. Ini berbeda dengan tenaga luar, berasal dari kekuatan otot fisik atau yang biasa hanya disebut sebagai tenaga.

Setiap orang memang memiliki tenaga dalam. Persoalannya adalah tidak semua memahami bagaimana cara membangkitkan dan mengembangkannya.

Jika berhasil membangkitkannya, lazim yang biasa dilihat dalam praktik pencak silat pada atraksi memecah balok es dengan tangan atau kepala. Atau bahkan, memecah besi pompa tangan dengan satu pukulan, yang sekilas tampak tidak mustahil dilakukan.

Cimande termasuk salah satu perguruan pencak silat yang mengajarkan tenaga dalam. Jika diteliti dengan seksama, kata Azhari, pelatih pada Perguruan Cimande di Serang, Banten, tenaga dalam pada silat lebih merupakan hasil dari tirakat pada setiap jurusnya. “Istilahnya, setiap jurus adalah tauhid,” jelasnya.

Di Cimande silat yang diajarkan tidak hanya membentuk kekuatan fisik, namun juga kekuatan batin. Karena itu, tenaga dalam yang diperoleh dari Cimande adalah dari praktik tirakat yang dijalani para murid. 

Praktek ini tentu berbeda dengan yang dipelajari di beberapa cabang pencak silat lainnya seperti di Merpati Putih atau Bangau Putih. Keduanya lebih “nyata” dalam mempelajari tenaga dalam ketimbang apa yang dipelajari pada Cimande.

Mengingat banyak jenisnya, Deden menuturkan, soal pantangan dalam mempelajari tenaga dalam pun tergantung guru yang memberikan ilmu tersebut.

Biasanya, sebelum diajarkan tenaga dalam, diajarkan dulu silat luar sebagai wadah yang harus kuat. “Ibaratnya, jika diisi tidak akan luber,” terangnya.

Umumnya sama dengan yang diajarkan agama. Tidak boleh mengonsumsi makanan haram, mencuri, atau melakukan hal-hal yang mampu membatalkan niat itu sendiri. “Ingat, kita yang menginginkan ilmu tersebut,” ujarnya. 

Dalam pandangan Indro Catur, pelatih pencak silat dari Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI, pencak silat dengan tenaga dalam seperti ini termasuk dalam aliran pencak silat spiritual. “Ada ahlinya sendiri. Saya lebih menekuni pencak silat olahraga. Fokus pada prestasi dan mengikuti kejuaraan,” katanya.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar