Translate

Sabtu, 02 Maret 2013

Pesan Tersembunyi Dibalik Perubahan Warna Mata

Pesan Tersembunyi Dibalik Perubahan Warna Mata

Pesan Tersembunyi Dibalik Perubahan Warna Mata 
Ghiboo.com - Beberapa sinyal tersembunyi bisa menjadi pesan mengenai kesehatan Anda.

Berikut cara untuk memecahkan kode tersebut, seperti dilansir dalam Real Simple (1/3).
Ketika mata terlihat putih kusam. Ini mungkin diakibatkan dari proses penuaan alami, dimana bagian putih mata (sclerae) menjadi abu-abu. "Sclera lama-kelamaan akan menipus, sehingga jaringan vascular di dalamnya terlihat," jelas Christopher Coad, dokter mata di Chelsea Associates Eye, New York City.

Namun, ada beberapa kondisi medis serius yang dapat mengubah warna putih mata menjadi abu-abu, termasuk rheumatoid arthritis dan sindrom tulang rapuh. Untuk deteksi awal, sebaiknya mengunjungi dokter spersialis.
Ketika mata berubah memerah. Kemungkinan besar mata Anda kering. Warna merah disebabnya adanya perubahan pembuluh darah kecil di mata yang menjadi lebih menonjol ketika mata teriritasi. "Mata kering bisa disebabkan oleh usia, menatap komputer atau faktor lingkungan, seperti AC," ungkap Coad.

Jika terus memburuk, segera kunjungi mata Anda karena mata kering bisa menjadi gejala dari kondisi seperti penyakit tiroid dan diabetes.
Ketika mata tampak kuning. Banyak kasus mata tampak kuning disebabkan oleh penyakit kuning akibat tingginya tingkat bilirubin (pigmen kuning yang berasal dari pemecahan sel darah merah). Penyakit kuning bisa menjadi tanda beberapa masalah kesehatan yang serius, termasuk disfungsi hati, hepatitis dan dalam kasus tertentu, kanker pankreas.

Pria Mengejar Ketika Naksir, Menjauh Ketika Diajak Berkomitmen, Ini Sebabnya

Pria Mengejar Ketika Naksir, Menjauh Ketika Diajak Berkomitmen, Ini Sebabnya

Pria Mengejar Ketika Naksir, Menjauh Ketika Diajak Berkomitmen, Ini Sebabnya 
TRIBUNNEWS.COM
Laki-laki sering bikin bingung perempuan terkait urusan asmara. Ketika masa pendekatan, pria menggebu-gebu mengejar pria.
Segala usaha dikorbankan demi merebut hati wanita. Tapi begitu wanita itu luluh, pelan-pelan pria jadi berkurang romantismenya. Puncaknya, ketika diajak serius berkomitmen, pelan-pelan pula ia menjauh.
Padhaal laki-laki ingin mengejar perempuan saat PDKT, dengan menaklukkannya. Sedangkan perempuan ingin mendapat usaha laki-laki yang telah mengejarnya, mereka saling tertarik, dan bisa menjalin hubungan yang lama. Tapi ketika datang ke komitmen, laki-laki menjauh dan kemudian situasinya terbalik. Bahkan ada yang pergi dan mengejar perempuan lain.
Hal inilah yang membuat perempuan sering mengeluh bahwa laki-laki jauh lebih baik mengejar ketika PDKT, dibandingkan dengan hubungan yang sebenarnya. BoldSky.com mengajak perempuan mencari tahu mengapa laki-laki seperti itu.
- Tidak Ada Aturan Saat "Pengejaran"
Ketika kita mengatakan semuanya adil dalam cinta dan "perang", kita sebenarnya berbicara tentang pengejaran. Laki-laki dapat bertindak mengesankan seorang perempuan dan itu tidak salah. Dan ketika sang perempuan memasuki hidup sang pasangan dengan aturan-aturan, laki-laki akan membencinya.
- Memompa Adrenalin
Kebanyakan laki-laki adalah pemburu adrenalin, mereka senang mendapatkan kesenangan dalam hidup mereka. Dan apa yang bisa lebih menarik daripada mengejar seorang perempuan?
Laki-laki mendapatkan adrenalin besar ketika mengajak pergi dan merebut hati sang wanita. Tapi ketika datang ke komitmen, pria akan kehilangan adrealin rush-nya.
- Ego Meningkat
Perempuan biasanya berpikir bahwa menjadi "pengejaran" oleh laki-laki memberikannya dorongan ego. Padahal laki-laki ingin mengejar karena ingin meningkatkan ego mereka juga.
Mengejar saat PDKT tidak mungkin sangat menguji diri sendiri, tetapi ketika seorang gadis menang di atas angin, justru memberikan laki-laki ego tinggi. Ia berpikir bahwa ia mampu berhasil menyelesaikan sebuah pengejaran PDKT yang mulus.
-Tidak Bertanggungjawab
Tipe laki-laki yang hanya ingin mengejar perempuan dan tidak mau terlibat ke hubungan serius, bisa jadi kerena ia tak mau bertanggung jawab. Ketika laki-laki mencoba menarik seorang perempuan, ia tidak harus berpikir tentang rumah tangga atau berkompromi pada kehidupan pasangannya.
- Perempuan Memberi Ruang
Ketika kita mengatakan bahwa laki-laki hanya suka mengejar, setengah dari perkataan kita adalah kebenaran. Pasalnya, laki-laki ingin mengejar karena sang perempuan juga ingin dikejar.
Jika perempuan memberi ruang PDKT, laki-laki akan memiliki kesempatan untuk mengejar mereka dan keduanya akan bosan sampai mati. Ini beberapa alasan utama laki-laki, mengapa ingin mengejar perempuan. Jika sang perempuan ingin membuat diri mereka dikejar saat PDKT, jaga laki-laki dalam situasi tersebut! (Agustina N.R)

Ini Dia 4 Khasiat Bawang Merah untuk Rambut

Ini Dia 4 Khasiat Bawang Merah untuk Rambut

Hampir setiap orang menghadapi masalah rambut, mulai dari rambut rontok hingga ketombe yang benar-benar sulit diatasi. Meski sudah melakukan perawatan, gaya hidup sibuk dan tidak sehat tetap akan memengaruhi kulit dan rambut.
bawang merahAda banyak produk perawatan yang ditargetkan untuk memecahkan masalah rambut seperti itu, tetapi hasilnya nol. Banyak juga orang yang akhirnya memilih perawatan rambut secara alami, misalnya dengan madu, telur, jus lemon, dan bawang merah.
Ya, bawang selain bisa membuat Anda menangis saat mengirisnya, ternyata mampu membantu mengatasi masalah rambut. Yuk, simak khasiat bawang merah berikut ini, seperti dikutip dari Boldsky.com :
1. Mengobati rambut rontok. Ini adalah salah satu khasiat dari bawang merah. Bawang kaya akan sulfur, yang mampu meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat rambut. Siapkan ramuan dengan cara membuat jus bawang merah terlebih dahulu. Pijatlah kulit kepala dengan hot coconut oil selama 30 menit, sebelum mengoleskan jus bawang untuk membuka pori-pori kulit kepala. Lalu, tutup rambut Anda dengan handuk hangat untuk menguapkan rambut.
2. Menumbuhkan rambut. Memijat kulit kepala Anda dengan jus bawang dapat meningkatkan sirkulasi darah, sehingga mengakibatkan pertumbuhan rambut baru. Sulfur dalam bawang merah tidak hanya mengurangi rambut rontok, tetapi juga menginduksi pertumbuhan rambut. Campurlah jus bawang merah dengan coconut oil dan pijat kulit kepala. Biarkan selama 40 menit dan kemudian bilas dengan sampo ringan.
3. Menyembuhkan infeksi kulit kepala. Gunakan jus bawang merah untuk menyembuhkan infeksi kulit kepala. Infeksi jamur dapat merusak rambut Anda dan juga menyebabkan kerontokan rambut yang parah. Selain mengobati infeksi kulit kepala, bawang merah juga membantu membuka pori-pori yang tersumbat dari folikel rambut.
4. Mengatasi ketombe. Anda juga bisa menyingkirkan ketombe dengan jus bawang merah. Campur jus bawang dengan lemon, dadih, dan tambahkan beberapa tetes madu. Oleskan pada rambut Anda dan biarkan selama 30 menit. Bilas dengan sampo anti-ketombe ringan untuk menyingkirkan ketombe secara alami.
Well, itulah beberapa khasiat bawang merah untuk rambut. Apakah Anda ada yang menggunakan bawang merah untuk perawatan rambut? (jay)

Ilmuwan Temukan Nasi yang Kaya Protein

Ilmuwan Temukan Nasi yang Kaya Protein

Seperti yang kita ketahui, nasi kaya akan karbohidrat. Namun, para ilmuwan di New York mengklaim telah menemukan nasi super bergizi yang kaya akan protein.
Puffed_RiceNasi ini bernama ‘puffed rice’ yang bentuknya mengembung karena diproses melalui penguapan. Nasi ini biasanya akan kehilangan sejumlah nutrisi yang peka terhadap panas.
Nah, ilmuwan Syed S.H. Rizvi (profesor teknik pengolahan makanan di Cornell University, New York, AS) pun mencari cara untuk menghindari hilangnya protein dan nutrisi lainnya selama proses penguapan nasi.
Lalu, Rizvi dan rekannya menggunakan proses yang menggunakan karbon dioksida superkritis, yang telah digunakan untuk membuat kopi tanpa kafein, demikian yang dikutip dari Journal of Agricultural and Food Chemistry.
Proses ini mampu membuat puffed rice mengandung protein tiga kali lipat lebih banyak dan delapan kali lipat lebih banyak serat makanan ketimbang produk kemasan puffed rice yang beredar di pasaran.
Puffed rice yang dibuat oleh Rizvi dan rekannya ini juga mengandung kalsium, zat besi, seng, dan zat gizi lainnya. Puffed rice buatannya juga lebih renyah daripada produk kemasan puffed rice di pasaran, sehingga rasanya lebih enak dan crunchy.
“Nasi jenis baru ini cocok untuk dikonsumsi sebagai sereal sarapan, makanan ringan, dan makan siang dalam bentuk bar nutrisi yang praktis,” ujar Rizvi seperti dikutip Zeenews.com. (jay)

Jaring Spider-Man Sungguh Bisa Hentikan Kereta


Jaring Spider-Man Sungguh Bisa Hentikan Kereta

Oleh Staf LiveScience | LiveScience.com     

Dalam film “Spider-Man 2” tahun 2004, sang pahlawan menyemprotkan jaring laba-laba dari pergelangan tangannya untuk menyetop kereta agar tidak jatuh dari ujung rel. Adegan itu mungkin berlebihan, namun sekelompok mahasiswa fisika mengatakan, material sang Spider-Man, jika memang memiliki kekuatan sekuat jaring laba-laba, memang bisa menghentikan kereta.

“Banyak yang bilang jaring laba-laba lebih kuat dibandingkan baja, jadi kami merasa tertarik untuk mengetahui apakah Spider-Man itu benar,” kata Alex Stone (21), mahasiswa jurusan fisika di University of Leicester, Inggris, dalam sebuah pernyataan. “Mengingat bahasannya cukup mengejutkan, kami pun tertarik mengetahui gambaran jaring laba-laba secara akurat.”

Alex dan rekan mahasiswa lainnya menghitung, diperlukan kekuatan sebesar 300 ribu Newton untuk menghentikan empat gerbong kereta bawah tanah New York berisikan hampir 1000 orang. Mereka memperhitungkan beberapa faktor seperti momentum kereta saat melaju dalam kecepatan tinggi, waktu yang dibutuhkan kereta untuk berhenti setelah jaringnya dipasang, serta kekuatan gerbong kereta.

Mereka kemudian memperkirakan kekuatan jaringnya, dan diperkirakan bahwa jaring Spider-Man harus memiliki kekuatan sekitar 500 megajoule per meter kubik, dan dibandingkan dengan jaring laba-laba dari laba-laba kulit Darwin (Caerostris darwini), laba-laba penenun yang membuat jaring terkuat yang pernah dikenal dalam dunia sains, yang 10 kali lebih kuat dibanding Kevlar.

Kelompok mahasiswa itu mengatakan, mereka juga menghitung masukan tekanan unit jaring Spider-Man yang berkekuatan 3,12 gigapascal, kekuatan yang masuk akal, bahkan pada tekanan terendah, jaring laba-laba memiliki tekanan berkisar dari  1,5 gigapascal sampai 12 gigapascal pada jaringnya.

“Setelah menentukan parameternya, bisa dikatakan bahwa jaring Spider-Man secara proporsi setara dengan jaring laba-laba sungguhan, namun lebih lemah, dibanding sejumlah jaring laba-laba terkuat,” tulis para mahasiswa tersebut dalam “Journal of Physics Special Topics University of Leicester”.

Pharmacist is Top Earning Job for Women. Includes the Perk of Equal Pay.


Pharmacist is Top Earning Job for Women. Includes the Perk of Equal Pay.

 
Female pharmacists are psyched. Photo: Getty Images/Steve DebenportAttention, ladies: Turns out a lab coat and a handful of Xanax are key ingredients to a successful career.

More on Shine: The Top 6 Steps for Creating Career Success

Pharmacist was the top-paying job for women in 2012, with an approximate median salary of $97,500. That’s according to U.S. Bureau of Labor Statistics data crunched by Forbes for a story published Thursday.

“It’s also in demand, growing at a faster-than-average rate of 25% and projected to add 70,000 jobs between 2010 and 2020, according to the BLS,” wrote blogger Jenna Goudreau.

More on Yahoo!: Virginia Wage Gap Between Men and Women Improves

Not only was pharmacist the biggest paying position, it was one of the most gender blind, with women—who comprise 52% of all pharmacist positions—earning dollar for dollar what their male counterparts earn. And that’s a rarity, given that the gender wage gap widened slightly in 2012, with women now making about 81 cents for every dollar earned by men.

“The position of pharmacist is probably the most egalitarian of all U.S. professions today,” Harvard economists Claudia Goldin and Lawrence Katz wrote in a September 2012 study for the National Bureau of Economic Research. They attributed this not to changes in legislation or anti-discrimination policies, but to the profession’s changing structure, including a growing flexibility in work hours, that has worked in women’s favor. 

To become a pharmacist, students can enter a six-year professional doctorate program directly from high school. Upon graduation, jobs can vary greatly—from dispensing medication from behind the Walgreen’s counter to taking on more clinical roles, like handling medication management programs, counseling patients and doling out immunizations.

It’s all a big change from the 1960s, when only about 8% of pharmacists were women, according to a recent CNN Money piece looking at the shifting profession. That’s because the rise in chains offered less rigid work schedules and needed bigger staffs. The American Pharmacists' Association elected its first female president in 1979 and marketed this new flexibility to women, the piece notes, which was a game changer.

Other high earning careers for women, according to the Forbes story, include lawyers, physicians, software developers and computer systems analysts, though the wage gap in those fields—with women earning 80%, 68%, 81% and 85% of their male counterparts, respectively—has yet to be closed. In general, jobs in health care, business and science are tops.

Still, with the lowest earning job on the list raking in an approximate median income of $65,000 a year (computer systems analyst), the report’s not all bad—especially coming after February’s news, that secretary is the most common job for women in 2013. Just like in the ’50s.

The Top 10 Best Paying Jobs for Women (with approximate median annual incomes):
1. Pharmacist ($97,500)
2. Chief Executive ($90,000)
3. Lawyer ($85,000)
4. Nurse Practitioner ($79,500)
5. Computer and Information Systems Manager ($79,500)
6. Physician/Surgeon ($74,000)
7. Physician Assistant ($71,000)
8. Software Developer, Applications and Systems Software ($71,000)
9. Management Analyst ($69,000)
10. Computer Systems Analyst ($65,000)

The 4 Keys to a Great Interview

The 4 Keys to a Great Interview

"Good interviews are rare and they really stand out!" said Sue Dahling Sullivan, chief of staff for the Citi Performing Arts Center in Boston, during a recent gathering of the Career Counselors' Consortium Northeast. Over the years, Sullivan has conducted many hundreds of interviews for a wide variety of positions in both the profit and non-profit sectors. Here are four of her crucial tips for job hunters seeking interview success:
1. Know the cast of characters. Make certain when you're invited for a job interview to ask who you will be meeting, their roles within the organization, and your schedule. Diligently prepare by researching each individual. Check out their LinkedIn profiles, search for them on Google News, and do a general Google search.
With this knowledge, figure out their interest in the position for which you're interviewing, and what concerns they likely need to address in the interview. Be prepared to discuss how you have worked with people in similar roles, and to demonstrate how your actions reveal your understanding of their needs.
2. Be thoughtful. Take the interview discussion beyond the content of your resume and the company's job description. Listen carefully to pick up subtle cues that your interviewers impart, and take the initiative to thoughtfully address them.
Know your own story so well that you can bring up examples of times when you have done what it takes to address the particular concerns that you are receiving. Don't just say that you can do the job, but rather tell how specifically you would use your knowledge/experience to make a difference in this new environment.
3. Be passionate. Sometimes you'll interview for a job because you're passionate about the specific work you would do. Alternatively, you might be passionate about the overall cause or mission of the organization or company you seek to join. Either way, it is important to display an emotional connection to whatever it is that this job represents to you. Why do you see this as a job or employer-of-choice for you, more than just a paycheck? When you do this, you show your interviewer that you're a fit that truly makes sense based on "who you are" as a person.
At the same time, however, it is important to show passion about what it is that you're offering to the employer. Show your passion for bringing great value to your new job. You talk about the enthusiasm that drove you to this particular career in the first place, your delight with a particular success or accomplishment you achieved, or how you will be someone who does more than simply kill time. Show your passion to make a difference for your employer.
4. Dress for success. You've heard this advice over and over again. Still, Sullivan laments, job seekers fail to present themselves appropriately. These days, there is no one "right way" to dress for an interview. It is a matter of context. Demonstrate your knowledge of the kind of place to which you're applying by the way you present yourself.
If you're interviewing for a high-powered Wall Street position, you will be laughed out of the room if you show up in business casual, no matter how well you might perform the job. If you're applying for a software engineering role at a company like Google, you aren't likely to get far if you show up in a grey pinstripe suit. And if you're applying for an executive role in a prestigious non-profit arts organization, you should accessorize that pinstripe suit with something that demonstrates your personal "artsy" flair.
A job interview is more than sitting down to cross-index a company's requirements with your capacities. It is about showing that you can not only do the work essential to a job, but that you also intuitively fit into the organization's culture and have a genuine commitment to furthering its success. When you do this, you take a large step in insuring your own success as well.
Happy hunting!
Arnie Fertig is the head coach of JOBHUNTERCOACH.COM, where he utilizes his extensive background in HR Staffing and as owner of a recruiting company to help mid-career job-hunters land their next job. Arnie provides one-to-one coaching services to individuals throughout the U.S. in all aspects of the job hunt, including: resume writing, personal branding, utilizing social media, enhancing networking skills, preparing for interviews, and negotiating compensation.